Who we are

Mata Kelik Adalah sebuah gerakan komunitas anak muda kampung yang bereksprimen dengan metode berfikir kreatif. Mata Kelik berbasis di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya...

Read More

What we do

Melakukan gerakan bisnis kreatif bebasis komunitas yang mengedepankan proses pembelajaran bersama dengan tidak melupakan kearifan lokal. Berusaha sedaya upaya agar uang tetap berputar di komunitas dan apabila ia keluar pun harus menjadi aset atau modal...

Read More

Our philosophy

Mata Kelik pertama kali dicetuskan oleh Alexander Mering. Dalam bahasa Inggris Mata Kelik disebut catfish eyes atau mata lele (bahasa jawa), mata Kale’ (Salako). Kata 'Kelik' diadaptasi dari bahasa Dayak Iban, yang dalam bahasa Yunani disebut claros, yang artinya lincah dan kuat...

Read More

Aquaponic Mata Kelik

www.matakelik.com
Setelah 10 bulan menjadi posts terpopuler di situs www.mogabay.co.id, yaitu sebuah situs yang  menyediakan informasi dan berita mengenai lingkungan terbesar di Indonesia, sudah banyak perubahan yang terjadi pada Aquaponic yang dibuat oleh A. Alexander Mering, pendiri komunitas Mata Kelik ini.

Antara lain kerangka penyangga paralon yang dulu terbuat dari kayu kini sudah diganti dengan besi yang dicat agar tampak rapi dan tak berkarat. Begitu juga jenis tanaman sayur yang ditanam di paralon yang melingkari pagar rumahnya itu, antara lain Kucai, Selada, Seledri, kangkung, dan sawi yang sudahj berkali-kali panen sejak ditulis oleh Andi Fachrizal, 5 April 2014 silam. Ikan pun tak cuma lele, sekarang sudah bertambah dengan ikan mas, gurami, koi, patin dan belida.

"Lumayan, setidaknya dalam seminggu dua hari bisa break dari mengkonsumsi sayuran yang dijual di pasar dan kemungkinan besar terpapar oleh pestisida," kata Mering saat di temui di kediamannya, Sabtu (21/2) kemarin.

Mering tak cuma memanfaatkan pagar rumahnya untuk membuat Aquaponic system, dia juga menanam sayur dengan teknik hydroponic, dengan memanfaatkan streoform bekas kemasan buah-buahan yang dibuang oleh pedagang.

Nah bagi yang penasaran ingin melihat bagaimana kolam dan kebun aquaponic Mering, silahkan klick link berikut.


 

MK Kembangkan 'Sayap' ke Loncek

Paman dan teman-teman Riko ikut memasang terpal by Edi.
Setelah berhasil mengembangkan budidaya lele di Desa Korek, kini Mata Kelik (MK) mengembangkan sayapnya di Kampung Loncek, Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang. Crew MK,yaitu Bosio dan Edi Nawang melatih sejumlah pemuda Loncek untuk memulai membudidayakan lele jenis Sangkuriang sejak akhir Pebruari 2014 lalu.
"Untuk tahap pertama ini kami mulai dengan 8 kolam, untuk membesarkan sekitar 17.000 ekor," kata Edi. Bosia dan dia juga memfasilitasi 4 kolam milik anggota komunitas lainnya. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bergotong-royong. Hampir setiap sore, puluhan anak muda dan anggota Kelompok Tani Muda Palambon Pucuk Baguas (KTM PPB) berkumpul di rumah Edi untuk berdiskusi tentang bagaimana melakukan budidaya ikan lele dengan teknik terpal yang merupakan pengalaman baru bagi mereka. MK yang sudah melewati dua kali fase panen di Desa Korek sejak tahun 2012 lalu, membantu para anak muda ini untuk memahami teknik teknik dasar budidaya. 
Bosio mengatakan, untuk di Loncek dia lebih menekankan kepada pengalaman bersama sebagai metode belajar bagi anak-anak muda ini. 
"Dengan belajar, mereka mengalami sendiri, dan mengetahu secara alami cara mengatasi persoalan dan kendala saat melakukan pembesaran ikan lele," kata Bosio. 
Dia menekankan pengalaman karena kata Bosio, untuk di Loncek  tingkat kualitas air jauh lebih baik, para pemuda yang tergabung dalam KTM juga punya pengalaman berorganisasi, dan secara mindset sudah jauh lebih terbuka.  Jadi trial and error tidak sebanyak yang dialami di Desa Korek. 
"Pada tahap awal disini, yang utama adalah transfer ilmu pengetahuan saja dulu," tambah Edi. 
 

Rebung Kering untuk Penderita Diabetes & Jantung Koroner

Design Kemasan Rebung Kering Mata Kelik  by Mering
Satu lagi produk komunitas Mata Kelik, yaitu rebung kering. Yaitu pucuk bambu (bamboo shoots) yang telah diolah untuk bahan campuran sayuran.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, terutama bagi masyarakat Dayak, Melayu dan Cina, sayur rebung sudah dikenal sudah sejak jaman bahoela.

Walau demikian, belum semua pembaca mengetahui manfaat mengkonsumsi sayur rebung ini. Terutama fungsinya bisa mengurangi resiko Jantung Koroner dan Diabetes.

Sebab tumbuhan ini mengandung serat yang tinggi. Berdasarkan penelitian, serat pangan rebung  sekitar 2,56 persen, lebih tinggi bila dibandingkan dengan jenis sayuran tropis lainnya, seperti kecambah kedelai (1,27 persen), pecay (1,58), ketimun (0,61), dan sawi (1,01). Selengkapnya silakan lihat di blog pencinta herbal ini.

Kemasan Rebung Kering Rp 10,000
Karena itu, Komunitas Mata Kelik menjual rebung yang telah dikeringkan (supaya tahan lama) kepada para anggota komunitas lagi, namun kini dalam kemasan yang menarik dengan keterangan khasiat dan kandungannya.

Rebung kering buatan Mata Kelik ini, cocok sekali disambal, atau dicampur dengan jamur, daging, dan campuran lauk pauk lainnya. 

Kami menyediakan kemasan Rp 10,000. Nah, bagi yang mau memesan rebung kering ini silahkan klik di sini.

Selamat Mencicipi
 

Ikan Asin MK Mau?

Satu lagi product terbaru Mata Kelik ialah Ikan asin. Ikan asin dengan kemasan Rp 5000 dan Rp 10.000 ini diluncurkan 15 Juli 2013 lalu. Merupakan kreativitas para anggota komunitas mata kelik. Ikan asin berasal dari danau Otong. Rasanya sangat gurih, berbeda dari ikan asin laut atau ikan asin produk lainnya.


Untuk memesan produk kami, silahkan hubungi:
customer service kami melalui telpon atau SMS ke:
+62 (561) 7980789
+6289626442848  
atau email ke:
matakelik@email.com
matakelik@asia.com
 

Bulan ini Mata Kelik Panen 2 Ton

Grading persiapan panen 10 Juli 2013
Mitos bahwa air Sungai Ambawang tidak bisa digunakan untuk budidaya ikan lele kini terpatahkan berkat gerakan Mata Kelik Education Center. Karena pada sepanjang bulan Juli 2013 ini, Mata Kelik (MK) siap panen sekitar 2 ton lebih lele segar.

Demikian diungkapkan oleh Jotie, team leader komunitas MK, Rabu (10/7) kemarin.

"Dari hasil grading kemarin,sebagian besar sudah siap dilepas ke pasar," kata Jotie.
Menurut dia, dari 18 kolam yang dikelola langsung oleh MK, terdapat sekitar 15 kolam yang siap dipanen.

Masing-masing kolam berisi antara 1500 hingga 2000 ekor ikan lele.  Satu ekor lele berat rata-rata sudah mencapai 1 ons. Artinya dalam satu dua minggu kedepan semua lele-nya sudah pas ukuran konsumsi, khususnya untuk para pedagang pecal lele.Untuk mencapai ukuran tersebut kata Jotie, MK hanya membutuhkan waktu 2 bulan sejak tebar.

Dengan panen kedua ini, maka kata Jotie warga Sungai Ambawang, ia semakin yakin bahwa mitos bahwa air Sungai Ambawang yang tak bisa digunakan untuk usaha budidaya ikan tak benar.
"Dengan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna, kami bisa mengatasi masalah yang dihadapi para calon pembudidaya di Sungai Ambawang selama ini.

Terkait dengan upaya MK Ini, Jotie juga mengatakan bahwa semakin ramai warga di Desa Korek dan dua desa tetangga lainnya memulai bisnis budidaya ikan lele. Karena itu MK telah menjadi tempat berdiskusi dan bertanya para anggota komunitas maupun warga yang memulai budidaya lele.


 

T-Shirt (Kaos) Surga di Bawah Telak Kaki Mertua

Jika anda ada masalah dengan mertua, terutama menjelang hari raya Lebaran 2013, T-Shirt  (kaos) ini adalah solusinya. Mudah-mudahan mertua anda akan tesenyum, memaafkan dan makin menyayangi anda.

T-shirt made in Mata Kelik ini yang didesign khusus oleh Alexander Mering ini cocok untuk oleh-oleh, cindra mata khas Kalimantan Barat.

Stock terbatas, dan hanya bisa dipesan langsung di gerai Mata Kelik, Komp Villa Ria Indah Blok G/11, atau call or SMS marketing kami di 0561-7980789, atau email kami matakelik@asia.com serta di FB dan twitter @matakelik

Tersedia dalam 2 warna (hitam dan putih)
Harga eceran @Rp.100.000 (termasuk ongkos kirim)
Harga grosir  @Rp. 55.500 (tidak termasuk ongkos kirim)


 

T-Shirt (Kaos) Sayang Mertua

Untuk anda yang sedang  galau, atau jengkel, maupun sedang mencari calon mertua, produk kami inilah yang anda butuhkan.

T-shirt made in Mata Kelik ini yang didesign khusus oleh Alexander Mering, bagi para pasangan muda yang ingin mengekspresikan hubungannya dengan sang mertua atau calon mertua saat lebaran nanti. Juga cocok untuk oleh-oleh khas Kalimantan Barat.


Stock terbatas, dan hanya bisa dipesan langsung di gerai Mata Kelik, Komp Villa Ria Indah Blok G/11, atau call or SMS marketing kami di 0561-7980789, atau email kami matakelik@asia.com serta di FB dan twitter @matakelik

Tersedia dalam 2 warna (hitam dan putih)
Harga eceran @Rp.100.000 (termasuk ongkos kirim)
Harga grosir  @Rp. 55.500 (tidak termasuk ongkos kirim)

 

Mata Kelik Farming

Salah satu stiker yang baru-baru ini kami design khusus untuk memperkenalkan kepada para kolega, pelanggan dan consumen, tentang apa saja produk kami dan apa yang kami lakukan bersama komunitas. Antara lain, yaitu kami memiliki pusat budidaya ikan lele, atau catfish farming. Design by Mering
 

T-Shirt Mata Kelik Borneo Barat

Untuk menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi, kami sedang merancang sejumlah T-hsirts khas Mata Kelik. Khusus design T-Shirt dengan tema Borneo Barat, adalah limited editions. Hanya bisa dipesan ke marketing kami melalui contact us, matakelik@asia.com atau melalui FB kami, atau datang langsung ke marketing office Mata Kelik. Tunggu aja tanggal mainnya...